Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

panduan menetaskan telur dengan mesin tetas lengkap

melakukan penetasan dangan mesin tetas adalah salah satu cara untuk melakukan Perbanyakan populasi unggas secara cepat dengan memetaskan telur yang unggas harus telur yang dibuahi oleh sel jantan atau istilahnya telur fertil. berikut adalah panduan menetaskan telur dengan mesin tetas lengkap
panduan menetaskan telur dengan mesin tetas lengkap
panduan menetaskan telur dengan mesin tetas
Telur fertile yaitu telur yang sudah dibuahi oleh pejantan atau ada calon embrio dalam telurnya. berikut adalah ciri telur yang fertil.

baca juga membuat mesein tetas inkubator
ciri telur tetas yang fertil dalam penetasan
ciri telur tetas yang fertil

jenis jenis Penetasan telur

jenis jenis penetasan telur
jenis jenis penetasan telur
secara umum jenis jenis Penetasan telur dapat dilakukan dengan 2 cara:
 Melalui penetasan alami (induk ayam) 
kekurangan penetasan telur secara alami yaitu telur yang dapat dierami oleh induk maksimal adalah 12 butir

 Melalui penetasan buatan ( mesin tetas / inkubator )
penetasan telur dengan cara penetasan buatan kelebihan yang utama adalah  telur yang akan ditetaskan dapat lebih banyak sesuai kapasitas mesin selain itu Kemampuan tetas dari mesin penetas dapat mencapai 80 – 90 % dari jumlah telur yang dimasukkan dalam mesin penetas, tergantung dari pemilihan telur dan pengelolaan selama proses penetasan.

faktor yang dapat mendukung keberhasilan penetasan telur:

Ada 4 faktor yang dapat mendukung keberhasilan penetasan telur yaitu :
  • faktor induk
  •  faktor telur tetas,
  •  faktor mesin tetas
  • faktor pengelolaan penetasan

prosedur Teknik penetasan:
secara umum proses penetasan telur yang dilakukan adalah sebagai berikut

  • penghangatan telur,
  • memutar telur
  • menjaga kelembaban
  • proses piping (pemecahan cangkang)
  • penanganan pasca menetas.

panduan MENDAPATKAN KUALITAS TELUR TETAS YANG BAIK:

untuk mendapatkan kualitas telur tetas yang baik maka yang harus diperhatikan adalah menyekeksi Induk dan Pejantan yang Baik, pembahasannya sebagai berikut:

Seleksi induk:

  • Kemampuan produksi telur yang tinggi
  • Apabila telur tersebut ditetaskan dengan cara yang benar maka hampir / seluruhnya akan  menetas.
  • 3.Bibit haruslah sehat dan tidak cacat,
  • 4.Minimal sudah mengalami periode peneluran pertama ( umur 7 - 8
  •   bulan ).

Seleksi pejantan

  • Sehat, tidak cacat, lincah
  • Memiliki nafsu kawin yang tinggi,
  • Berumur 1 – 3 tahun,
  • Tidak sedarah .

 

PEMBERIAN PAKAN indukan penghasil telur


Pemberian  pakan harus  baik, (jumlah maupun  mutu.) Bila pakan induk kurang baik maka telur yang dihasilkan akan infertil. Yang paling sering terjadi adalah kekurangan atau defisiensi vitamin A,E dan B kompleks ( Nuryati .T at all, 2006 ).

PENANGANAN TELUR TETAS yang benar

Telur diambil setiap hari, dibersihkan dari kotoran dengan kain lap yang halus dan dengan menggunakan air hangat dan tidak menekan kulit telur. Hal ini dikawatirkan dapat merusak selaput pertahanan alami kulit telur dari bibit penyakit, karena kuman, bakteri, virus atau bibit penyakit yang mempunyai ukuran sangat kecil yang dapat menembus lapisan berpori pada dinding kulit

PEMILIHAN TELUR TETAS yang benar

Telur memiliki ukuran sama dengan bobot minimal 35 - 40 gram untuk jenis ayam lokal indonesia. Bentuk telur harus oval dan normal, apabila telur yang tidak normal tetap ditetaskan akan mengakibatkan posisi embrio tidak normal dan banyak telur yang tidak menetas.
gambar telur tetas yang baik digunakan
gambar telur tetas yang baik digunakan

 Indeks telur sekitar 74 %. Angka ini diperoleh dari pembagian antara lebar dengan panjang telur dan dikalikan dengan 100%. telur yang baik adalah gambar telur yang B.
Selain itu perhatikan juga Kulit / kerabang telur  normal tidak terlalu tipis / lembek dan jangan retak, permukaan kulit halus dan rata.

PENYIMPANAN TELUR TETAS yang benar

Perlakuan sebelum telur tetas dimasukkan kedalam mesin penetas adalah mengumpulkan telur dan menyimpannya untuk beberapa hari  saja dan disimpan alam keadaan yang sejuk dan kelembaban .adalah 15,5° C dan kelembaban udara 65 %
penyimpanan telur tetas
penyimpanan telur tetas

Tetapi tidak dalam lemari es karena kelembaban lemari es dibawah 50%. Suhu yang rendah diperlukan untuk memperlambat perkembangan embrio sampai telur tetas siap untuk dimasukkan kedalam inkubator.

Kemampuan daya tetas telur fertil masih baik jika penyimpanan sekitar 7 hari dan maksimum 10 hari. Selebihnya kemampuan telur tetas akan menurun dan setelah 3 minggu maka telur tersebut tidak ada yang menetas atau daya tetasnya 0%.

FUMIGASI mesin tetas

Sanitasi atau pembersihan terhadap telur dan peralatan penetasan dapat menggunakan sistim fumigasi. fumigasi sangat penting kerana untuk mencegah telur yang akan ditetaskan terjangkit mikroba. Fumigasi dengan tingkat yang rendah tidak akan membunuh kuman dan bibit penyakit tetapi dengan pemberian  dosis yang tinggi dapat membunuh embrio didalam telur, oleh kerana itu kita harus memperhatikan betul dosia yang akan digunakan.
proses fumigasi pada mesin tetas telur
proses fumigasi pada mesin telur tetas

Bahan kimia yang dipakai adalah dalam proses fumigasi yaitu gas formaldehid yang dihasilkan dari campuran 5 gram potasium permanganat ( KMnO4 ) dengan 10 cc formalin ( 37.5 % formaldehid ) untuk setiap meter kubik ruangan yang dipakai.

Telur-telur diletakkan dan disusun dalam lemari yang mempunyai sistim sirkulasi udara yang baik.
Lama fumigasi adalah 20 menit dan setelah itu pintu lemari dibuka selama 1-2 jam sebelum dimasukkan kedalam mesin inkubator.

PRINSIP KERJA ALAT PENETASAN TELUR

Alat tetas pada hakekatnya adalah sebuah peti atau lemari dengan kontruksi penyimpan panas dengan besar suhu yang dapat diatur oleh operator yaitu manusia.
Prinsip kerja alat penetas telur adalah sebagai berikut :
  • menempatkan telur ke dalam alat dengan posisi setepat-tepatnya
  • mempertahankan suhu dalam ruangan
  • merotasikan permukaan telur dengan selang waktu yang tetap
  • mengusahakan ventilasi yang sesuai untuk sirkulasi udara dalam alat
  • mempertahankan kelembaban udara yang sesuai untuk perkembangan embrio
  • Sebelum telur dimasukan kedalam mesin pastikan suhu dalam ruangan mesin tetas mencapai 38ÂșC

JADWAL KEGIATAN PENGELOLAAN PENETASAN TELUR AYAM

Jadwal Kegiatan Sebagai Berikut yang dilakukan selama penetasan :
  • Hari –1 & 2     : Mesin tetas tertutup rapat , suhu udara 101 ° F, kelembaban 55 %
  • Hari – 3           : Pembalikan telur tiga kali sehari hingga hari ke 18.
  • Hari – 4           : Pembalikan telur dan pendinginan  selama 15 menit diluar 
  •                           mesin tetas.Pendinginan dilakukan hingga hari ke 17 .
  •                           ventilasi dibuka ¼ bagian..
  • Hari – 5           : Ventilasi dibuka ½ bagian.
  • Hari – 6           : Ventilasi dibuka ¾ bagian.
  • Hari – 7           : Candling telur pertama yaitu meneropong telur apakah
  •                           Kosong ,mati atau hidup.Ventilasi dibuka seluruhnya.
  • Hari – 8 s/d 18: Kontrol air pada bak plastik.
  • Hari – 19 & 20:Kontrol air kelembaban, kelembaban 65 %
  • Hari – 21         :Telur sudah menetas.

FAKTOR DAN SYARAT-SYARAT KEBERHASILAN PENETASAN

SUHU DAN PERKEMBANGAN EMBRIO

Embrio ayam yang akan ditetaskan akan berkembang cepat selama suhu telur diatas 32,22°C. Setelah peletakkan telur dalam alat penetas, pembelahan sel segera berlangsung dan embrio akan terus berkembang selama suhunya tetap sehingga anak ayam berkembang sempurna dan menetas.

Suhu ruang alat penetas harus sedikit di atas suhu telur ayam dengan kondisi buatan sedikit berbeda dengan suhu optimum telur untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

 Dari  hari ke-1 sampai 18 diperlukan suhu ruangan penetasan antara 37°- 38°C, sedangkan hari ke -19 sampai penetasan, suhu diturunkan dengan  selisih sekitar 0,55°- 1,11°C. Adapun suhu yang umum untuk penetasan telur ayam adalah sekitar 37°-38°C.

Hal yang harus diwaspadai  selama penetasan dengan mesin tetas.

ketidak normalan temperatur:

Temperatur terlalu tinggi:
Pengoperasian incubator dengan temperature setinggi 41°C  selama 30 menit dapat mematikan embrio ayam. Bila  tidak mati dapat menyebabkan masalah di syaraf, hati, peredaran darah, ginjal, cacat pada kaki, kebutaan, dan persoalan lainnya yang menjadikan anak ayam cacat, lemah dan kemudian mati.

Temperatur terlalu rendah.
untuk periode waktu yang tidak terlalu lama tidak terlalu mempengaruhi dalam embrio kecuali memperlambat perkembangannya untuk embrio muda. Hal yang sedikit berbeda jika hal ini terjadi pada embrio yang lebih tua karena pengaruhnya akan sedikit berkurang. untuk waktu yang agak lama maka hal ini mempengaruhi embrio dalam hal perkembangan organ-organnya sehingga tidak berkembang secara proporsional. Jika hal ini terjadi maka menyebabkan gangguan hati, peredaran darah, jantung atau perkembangan yang lambat.

KELEMBABAN RUANGAN (HUMIDITY) MESIN TETAS

Pengontrolan kelembaban udara dapat dilakukan dengan hygrometer.
Hari ke 1 sampai ke 18 kelembaban nisbi yang diperlukan 55 % - 60 %,  untuk hari berikutnya diperlukan 70 %. Dalam beberapa kasus, misal udara terlalu kering, diperlukan penambahan sponge (busa) pada nampan( membantu menaikkan kelembaban udara). Bila kelembaban terlalu tinggi, diharuskan memperkecil nampan,  mengurangi luas permukaan (misal ditutup dengan aluminium foil).

Membuka tutup incubator harus dilakukan sesedikit mungkin (karena kelembaban udara akan hilang). Pada saat 3 hari menjelang penetasan tidak diperlukan campur tangan manusia Incubator tidak boleh dibuka (menjaga temperature dan  kelembaban udara pada posisi 70% - 80%).

Kelembaban rendah akan menyebabkan anak ayam sulit memecah kulit telur karena lapisannya menjadi keras dan anak ayam melekat / lengket di selaput bagian dalam telur dan mati.

Kelembaban terlalu tinggi akan menyebabkan anak ayam sulit memecah kulit telur atau kalaupun kulit telur dapat dipecahkan maka anak ayam tetap berada didalam telur dan mati tenggelam dalam cairan yang ada dalam telur itu sendiri.

VENTILASI MESIN TETAS

Ventilasi  dalam mesin tetas merupakan aspek penting:Didalam telur ada embrio yang bernafas
Dalam perkembangannya dan memerlukan Oksigen serta membuang CO2.
Dalam operasi mesin penetas, lebar lubang ventilasi harus diatur : cukup sirkulasi udara Memperhatikan penurunan tingkat kelembaban udaranya.

Pengaturan lubang ventilasi mesin tetas yang benar:
  • Pada penempatan awal telur, ventilasi harus dalam keadaan tertutup,
  • Pada hari keempat ventilasi dibuka 1/3  bagian
  • pada hari keenam ventilasi dibuka ¾ bagian,
  • pada hari kesembilan dibuka seluruhnya.

SUMBER PANAS MESIN TETAS

Sumber panas harus bebas dari gangguan selama proses penetasan berlangsung.
Sumber panas yang dapat digunakan yaitu:
  • lampu pijar,
  • heater
  • lampu minyak tanah

Air pada mesin tetas

Berfungsi : mengatur kelembaban di dalam ruang penetasan sebagai penentu keberhasilan penetasan.
Air untuk penambahan dalam wadah: haruslah air hangat dengan suhu   40 °C supaya kondisi suhu dalam ruang penetasan stabil.

OPERATOR PADA MESIN TETAS

Operator adalah faktor manusia:
Bertugas memfasilitasi alat penetas, mencatat perkembangan harian pada telur serta alat penetas telur seperti suhu, kelembaban, waktu tetas, dan jumlah telur fertil dan infertil, perkiraan waktu tetas, dan jumlah telur yang menetas sebagai bahan perbandingan pelaksanaan penetasan selanjutnya.

PEMUTARAN TELUR PADA MESIN TETAS

Tujuan:
untuk meratakan panas di permukaan telur, mencegah pelekatan embrio pada kulit telur
mencegah melekatnya yolk (kuning telur) dan allantois (tali pusar) pada akhir penetasan.
Pemutaran setter :
Dilakukan 18 hari pertama sesudah telur dimasukan ke dalam alat penetas dan berhenti 3 hari sebelum telur menetas.
Pada 3 hari sebelum waktu menetas, telur-telur harus dipindahkan ke hatcher. Pemutaran dilakukan dengan menggerakan nampan setter  membentuk sudut sebesar 40°- 45° selama 3 jam sekali.
Anak ayam (DOC = Day Old Chick) mulai menetas pada usia penetasan ke 20 dan 21 hari pada keadaan mesin penetasan yang bekerja normal dan sesuai prosedur.
Anak ayam yang menetas setelah waktu itu atau setelah hari ke 22 biasanya tidak sehat atau lemah.

PENEROPONGAN TELUR (CANDLING)

Berfungsi  melihat fertilitas telur, menentukan luas ruang udara, menentukan perbandingan yolk (kuning telur) dan albumen (putih telur), dan mengetahui perkembangan embrio pada saat penetasan. Embrio telur yang tidak berkembang perlu dikeluarkan karena penetasannya meragukan
Alat melihat fertilitas telur disebut teropong telur atau tester atau candler.
Alat ini mudah dibuat dengan cara menempatkan bohlam lampu dalam sebuah kotak atau silinder yang dapat terbuat dari segala macam jenis baik kayu ataupun  yang lainnya.

CARA MEMBUAT CANDLER

Cara membuatnya dengan memanfaatkan barang bekas hair dryer, buka dan buang / putuskan kabel yang menuju ke elemen dan kipas.
Bagian dalam diberikan fitting lampu dan sebuah bohlam lampu 5 watt yang cukup terang.

Cara menggunakannya adalah dengan menyalakan bohlam lampu pada ruang gelap dan melalui lubang yang ada (pada bagian atasnya) diletakan telur yang akan dilihat dengan cara menempelkan bagian bawah telur (bagian yang lebih tajam dari telur) ke lubang dan melihat perkembangan yang ada di dalam telur.

MELAKUKAN CANDLING telur tetas

Pertama, dilakukan pada hari ke-5 sampai ke-7, berfungsi untuk menentukan fertilitas telur, menentukan embrio yang mati, dan mengeluarkan yang infertile untuk kemudian dikonsumsi.
embrio ayam usia 1-6 hari dalam mesin tetas
embrio ayam usia 1-6 hari

embrio ayam usia 7-12 hari dalam mesin tetas
embrio ayam usia 7-12 hari

Kedua, dilakukan pada hari ke-13 dan ke-14, berfungsi untuk menentukan atau memeriksa kembali telur yang diragukan pada pemeriksa pertama, melihat perkembangan embrio, dan mengeluarkan telur yang mati atau kosong.
embrio ayam usia 13-18 hari dalam mesin tetas
embrio ayam usia 13-18 hari
Ketiga, di lakukan pada hari ke-17 dan ke-18, yang berfungsi untuk melihat embrio yang mati dan harus segera di keluarkan. Pada peneropongan ketiga ini, gerakan embrio sudah aktif
embrio ayam usia 19-21 hari dalam mesin tetas
embrio usia 19-21 hari
Setelah menetas, anak ayam dibiarkan beberapa jam didalam mesin incubator sampai kering sempurna.

Hal ini dapat dilihat dengan telah lepasnya bulu-bulu halus yang menyertai anak ayam waktu menetas dan berganti dengan bulu lembut yang menutupi sempurna seluruh tubuh anak ayam tersebut.

Selanjutnya anak ayam tersebut dipindahkan ke tempat lain (misal: chickguard atau kandang box) dengan diberikan makanan dan minuman.

Makanan cukup diberikan dilantai kandang atau pada nampan yang rendah dengan jenis butiran halus agar anak ayam dapat mulai belajar makan.

Pada tempat minuman dimasukan gundu atau kerikil kecil agar anak ayam tidak sampai tenggelam didalamnya.

PERAWATAN MESIN TETAS/INCUBATOR

Mesin inkubatornya dapat dimatikan dan dibersihkan dari bulu-bulu halus, pecahan pecahan kulit telur atau yang lainnya disemprot  dengan bahan desinfektan atau dilakukan prosedur fumigasi.

Sanitasi yang baik untuk mesin inkubator penting untuk menjamin kebersihan dari bibit bibit penyakit.

KESIMPULAN

Keberhasilan penetasan selain didukung oleh ke empat faktor yaitu : umur induk ,kualitas telur tetas , mesin penetas / inkubator dan pengelolaan penetasan.
Tetapi yang lebih utama adalah  faktor manusia sebagai pengelola yang memegang kunci keberhasilan penetasan, dimana harus memiliki  ketekunan , keuletan dan disiplin yang tinggi.

jika kawan kawan ingin download materi powerpoin panduan menetaskan telur dengan mesin tetas ini bisa download mateinya ini disini  
selain itu kawan juga bisa membaca cara inseminasi buatan pada unggas


elinotes
elinotes hay namaku eli setiawan biasa dipanggil eli, saya adalah admin elinotes dari blog elinotes.com yang membahas artikel teknologi, blogger, software, hewan, aplikasi, dll. kunjungi profil google developer https://g.dev/elinotes dan silakan apabila membutuhkan jasa Content Placement elinotes review diblog ini bisa kirim email ke [email protected]

Posting Komentar untuk "panduan menetaskan telur dengan mesin tetas lengkap"