Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

mengenal inkubator untuk bayi prematur (review)

halo sahabat elinotes kali ini aku akan memposting tentang alat inkubator untuk bayi prematur. ada banyak jenis inkubator kalau pada peternakan ada inkubator telur untuk menetaskan telur kalau pada dunia kesehatan manusia ada yang namanya inkubator bayi. inkubator atau dalam bahasa inggris disebut  Baby incubator berbentuk kotak persegipanjang dilengkapi dengan lampu pemanas yang fungsinya untuk menjaga bayi dapat mempertahankan suhu tubuh antara 35 dan 37 derajat Celcius.  biasanya sering digunakan dirumah sakit untuk merawat bayi yang lahir prematur .  

Inkubator bayi sebenarnya bukan hanya digunakan untuk merawat bayi yang lahir secara prematur. Namun, inkubator juga menjadi alat yang membantu merawat bayi yang sedang dalam kondisi sakit. Inkubator berfungsi menjaga suhu tubuh bayi tetap hangat dan merangsang pertumbuhannya. Selama berada di dalam inkubator bayi, dalam beberapa hari, minggu, atau bahkan bulan kondisi bayi akan terus dipantau dan dikontrol oleh dokter bersama perawat yang bertugas.

apa itu inkubator bayi?

inkubator bayi adalah alat untuk merawat bayi sakit yang dirancang terkontrol untuk keperluan perawatan medis. Perangkat ini memiliki bagian seperti pemanas bertenaga listrik, kipas angin untuk mengedarkan udara yang dihangatkan, wadah untuk air untuk menambah kelembaban, katup kontrol di mana oksigen dapat ditambahkan, dan mengakses port untuk perawatan keperawatan. Inkubator merupakan kontainer kecil dengan ukuran kira-kira seukuran boks standar yang dilengkapi dengan kubah plastik bening. 

inkubator bayi berbentu box dengan kubah bening transparan
inkubator bayi berbentu box dengan kubah bening transparan

incubator pada umumnya hanya menggunakan lampu sebagai pemanasnya, tetapi karna sekarang zaman dan tekhnologi sudah semakin maju, maka incubator khusus untuk bayi ini semakin berkembang. Alat ini memungkinkan bayi terhindar dari infeksi bakteri dan suara bising, serta menjaga tubuhnya tetap hangat. 

mengapa bayi membutuhkan inkubator?

‎Salah satu elemen terpenting dalam kelangsungan hidup bayi baru lahir adalah peraturan suhu bayi. bayi manusia membutuhkan inkubator untuk mempertahankan suhu tubuh agat tetap konstan. bayi manusia Mamalia memiliki keuntungan menjadi homeotherms, yang berarti bahwa mereka mampu menghasilkan panas, memungkinkan kita untuk mempertahankan suhu tubuh yang konstan. Namun, homeothermy mungkin kewalahan dalam ekstrim dingin atau panas. Bayi yang baru lahir memiliki semua kemampuan homeotherm dewasa, tetapi kisaran suhu lingkungan di mana bayi dapat beroperasi dengan sukses sangat dibatasi.‎

bayi yang membutuhkan inkubator
bayi membutuhkan inkubator

‎Bayi memiliki beberapa kelemahan dalam hal regulasi termal. Bayi memiliki area permukaan yang relatif besar, isolasi termal yang buruk, dan sejumlah kecil massa untuk bertindak sebagai wastafel panas. Bayi yang baru lahir memiliki sedikit kemampuan untuk menghemat panas dengan mengubah postur tubuh dan tidak ada kemampuan untuk menyesuaikan pakaian mereka sendiri dalam menanggapi suhu lingkungan sehingga membutuhkan inkubator.

inkubator teknologi

Pada zaman sekarang ini teknologi inkubator untuk bayi ini sering menggunakan mikrokontroler sebagai pengatur / program untuk menjalankan alat, lalu heater sebagai pemanas ruangan dengan menambahkan thermostat dan probe khusus untuk mengatur suhu pada kulit bayi. teknologi Inkubator ini dilengkapi dengan digital air temperature thermometer yang berfungsi untuk mengatur kelembaban pada suhu didalam inkubator dan memiliki alarm yang berfungsi sebagai pengaman dan jika suhu sudah melebihi batas maksimum dan akan langsung memutuskan heater.

inkubator bayi umumnya terdiri menjadi 2 bagian yaitu :

  • Baby inkubator statis yaitu baby inkubator yang digunakan di ruang perawatan bayi, pada umumnya menggunakan catu daya listrik diruangan dan dilengkapi dengan tabung oksigen.
  • Baby inkubator transport yaitu baby inkubator yang digunakan untuk  memindahkan bayi dari satru ruangan ke ruangan lain, dapat dimasukkan ke dalam ambulan dan dilengkapi dengan catu daya baterai dan tabung oksigen

5  Jenis  jenis Inkubator untuk Bayi

Ada berbagai jenis inkubator bayi yang dapat mengakomodasi perubahan kebutuhan bayi prematur. Berikut ini lima jenis inkubator yang biasa ditemukan di NICU.

1. Closed Box Incubator

Inkubator bayi jenis kotak merupakan inkubator jenis tertutup yang memiliki sistem penyaringan udara segar yang meminimalkan risiko infeksi dan mencegah hilangnya kelembaban dari udara.

Ini akan memiliki lubang portal di samping untuk memungkinkan infus dan tangan manusia masuk, tetapi dirancang untuk mencegah kuman, cahaya, dan elemen lainnya keluar.

Salah satu perbedaan terbesar antara inkubator tertutup dan inkubator terbuka adalah pengaturan suhu. Inkubator bayi tertutup memungkinkan udara hangat dihembuskan melalui kanopi yang mengelilingi bayi.

Beberapa inkubator tertutup memiliki dua dinding untuk membantu mencegah panas dan kehilangan udara. Ini biasanya disebut inkubator bayi berdinding ganda.

2. Double-walled Incubators

Sesuai dengan namanya, inkubator bayi jenis ini memiliki dua dinding yang selanjutnya dapat mencegah panas dan hilangnya kelembapan udara.

3. Servo-control Incubators

Pada servo-control incubators, inkubator bayi ini secara otomatis diprogram untuk menyesuaikan tingkat suhu dan kelembapan berdasarkan sensor kulit yang melekat pada bayi.

4. Open Box Incubator

Jenis inkubator bayi ini juga dikenal sebagai inkubator Armstrong. Cara kerja dari inkubator ini dengan memberikan panas radiasi di bawah bayi tetapi memiliki kotak yang terbuka, memungkinkan akses yang mudah.

Dalam inkubator bayi terbuka, bayi diletakkan di atas permukaan datar dengan elemen panas. Energi panas secara otomatis dikontrol oleh suhu kulit bayi.

Karena ruang udara terbuka ini, inkubator terbuka tidak memberikan jumlah kontrol kelembapan yang sama seperti inkubator tertutup. Namun, mereka tetap dapat memantau fungsi vital bayi dan menghangatkannya.

5. Portable Incubator

Secara harfiah memiliki arti inkubator portabel, yang juga dikenal sebagai inkubator transportasi. Inkubator bayi ini digunakan untuk memindahkan bayi baru lahir dari satu bagian rumah sakit ke bagian lain.

fungsi  Inkubator untuk Bayi Prematur

berikut adalah fungsi dan manfaat dari mesin inkubator untuk bayi :

Menjaga suhu tubuh bayi

Bayi prematur tidak memiliki jaringan lemak yang cukup untuk mengatur suhu tubuhnya dengan baik. Itulah sebabnya mereka perlu segera dimasukkan ke dalam inkubator bayi yang hangat, agar terhindar dari udara dingin sesaat setelah lahir.

Selain itu, inkubator juga berguna melindungi bayi dari infeksi dan zat-zat pemicu alergi. Meski ditempatkan di dalam inkubator, bukan berarti Anda tidak dapat menyentuh buah hati Anda. Perawat akan memberi tahu Anda bagaimana cara merawat dan bersentuhan dengan bayi Anda yang berada di dalam inkubator.

Memberikan oksigen

Sebagian bayi yang terlahir prematur dapat mengalami masalah dengan pernapasan sehingga rentan untuk mengalami kekurangan oksigen. Dalam kondisi ini, dapat digunakan alat bantu napas pada inkubator, agar asupan oksigen bagi Si Kecil dapat tercukupi.

Memantau kondisi bayi

Kondisi kesehatan bayi yang terlahir prematur sangat memerlukan perhatian khusus. Dengan memasukkan bayi ke dalam inkubator di ruang perawatan intensif neonatal (NICU), dokter dan perawat dapat memantau dan mengukur detak jantung, suhu tubuh, pernapasan, kadar oksigen, serta tekanan darah bayi.

Mengobati penyakit kuning

Bayi yang terlahir prematur cenderung lebih mudah terserang penyakit kuning. Untuk mengobatinya, bayi mungkin perlu dirawat di dalam inkubator dan mendapatkan terapi sinar (fototerapi). Terapi sinar ini berguna untuk mengurangi jumlah pigmen kuning (bilirubin) di dalam tubuh bayi.

Setelah dinilai sudah cukup kuat untuk keluar dari inkubator, maka Si Kecil akan dirawat di ruang perawatan bayi biasa dan diobservasi selama beberapa hari. Jika sudah menunjukkan perbaikan, maka Si Kecil akan diperbolehkan pulang. Perawat pun akan memperlihatkan bagaimana cara memandikannya, memposisikannya saat tidur, memberinya ASI, serta cara mengganti popoknya.

Dengan inkubator bayi, buah hati Anda yang terlahir prematur dapat tumbuh menjadi bayi yang sehat. Selama dia ditempatkan di kotak khusus tersebut, jangan ragu untuk menanyakan perkembangan kondisinya kepada dokter anak yang merawat.

suhu dalam inkubator bayi 

Suhu inkubator dapat bervariasi berdasarkan usia kehamilan, keadaan fungsional paru-paru bayi, dan komplikasi kesehatan lainnya.

Secara umum suhu inkubator bayi biasanya diatur sehingga bayi dapat mempertahankan suhu tubuh antara 35 dan 37 derajat Celcius.

Kapan Bayi Bisa Keluar dari Inkubator?

Nah, apabila bayi dianggap sudah cukup kuat untuk keluar dari inkubator, seperti dapat mempertahankan suhu tubuh badannya yang normal, maka ia akan dirawat di ruang perawatan bayi biasa dan akan dilakukan observasi oleh dokter. Bila si kecil sudah tampak membaik, maka dokter biasanya akan memberikan 'lampu hijau' alias bayi boleh dibawa pulang.

"Apabila bayi sedang sakit sewaktu masuk inkubator, sebaiknya ketika keluar, bayi sudah sembuh dari sakitnya sehingga tidak memerlukan pengawasan ketat lagi," tuturnya.

Jadi, tak perlu cemas apabila bayi baru lahir Anda harus masuk inkubator, ya, Moms. Karena ingat, hal ini dilakukan untuk kesehatan bayi Anda sendiri.

desain inkubator bayi

desain inkubator bayi dibuat secara khusus juga memberikan isolasi dari kebisingan yang ada di sekitarnya. Dengan begitu, akan sangat memudahkan bayi prematur atau bayi yang sedang sakit untuk mendapatkan waktu istirahat yang nyaman.

Lingkungan inkubator bayi juga dijaga agar tetap steril sepanjang waktu, sehingga melindungi bayi dari serangan kuman dan meminimalkan risiko infeksi. Termasuk mencegah kemungkinan iritasi yang disebabkan oleh partikel yang terbawa udara seperti debu atau alergi lainnya.

Bayi yang Butuh Menggunakan Inkubator

Ada banyak alasan mengapa bayi mungkin perlu berada di dalam inkubator. Bayi yang butuh menggunakan inkubator bayi, setidaknya ada 9 konsidi yang menyebabkan bayi membutuhkan dan harus menggunakan inkubatir antara lain seperti berikut ini:

1. Bayi Lahir Prematur

Bayi yang lahir prematur mungkin memerlukan waktu tambahan untuk mengembangkan paru-paru dan organ vital lainnya, seperti mata dan gendang telinga yang mungkin sangat sensitif sehingga cahaya dan suara normal akan menyebabkan kerusakan permanen pada organ-organ ini.

Selain itu, bayi yang lahir sangat awal tidak akan memiliki waktu untuk mengembangkan lemak tepat di bawah kulit dan akan membutuhkan bantuan untuk menjaga diri mereka hangat dan hangat.

Di sinilah diperlukan penggunaan inkubator bayi.

2. Bayi dengan Masalah Pernapasan

Terkadang bayi memiliki cairan atau mekonium di paru-parunya. Ini dapat menyebabkan infeksi dan ketidakmampuan untuk bernapas dengan baik.

Bayi baru lahir juga mungkin memiliki paru-paru yang belum matang, dan karena belum berkembang sempurna sehingga membutuhkan pemantauan dan oksigen ekstra.

Bayi dengan masalah pernapasan juga termasuk dalam kelompok bayi yang membutuhkan penggunaan inkubator bayi.

3. Infeksi Tertentu pada Bayi

Inkubator bayi dapat mengurangi kemungkinan kuman dan infeksi tambahan pada bayi agar bisa sembuh dari penyakit.

Inkubator juga menawarkan ruang terlindung di mana dimungkinkan untuk memantau tanda vital 24/7 ketika Si Kecil juga membutuhkan banyak infus untuk obat, cairan, dan lain-lain.

4. Dampak dari Diabetes Gestasional

Banyak dokter akan langsung menaruh bayi di inkubator bayi jika ibunya menderita diabetes gestasional, sehingga Si Kecil dapat dijaga agar tetap nyaman dan hangat sambil gula darahnya dipantau.

Gejala diabetes pada bayi mungkin sulit ditemukan. Mengutip Pregnancy Birth Baby, gejala biasanya berkembang dengan cepat, selama beberapa minggu, dan meliputi:

Kelelahan: Ini bisa jadi pertanda bahwa tubuh anak tidak mampu mengubah gula dalam aliran darah menjadi energi.

Rasa lapar yang intens dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan: Jika otot dan organ anak tidak menerima cukup energi, hal itu dapat memicu rasa lapar yang ekstrem. Dan penurunan berat badan yang tiba-tiba, terutama jika dia makan lebih banyak.

Perubahan penglihatan: Kadar glukosa darah yang tinggi dapat menyebabkan penglihatan kabur atau masalah penglihatan lainnya. Sayangnya pada usia yang sangat muda, buah hati belum bisa mengartikulasikan hal ini.

5. Bayi dengan Penyakit Kuning

Beberapa inkubator bayi dilengkapi lampu khusus untuk membantu mengurangi penyakit kuning, kulit dan mata bayi menguning. Kondisi ini juga termasuk dalam kelompok bayi yang perlu menggunakan inkubator bayi.

Penyakit kuning pada bayi baru lahir adalah kondisi umum dan dapat terjadi ketika bayi memiliki kadar bilirubin yang tinggi, pigmen kuning yang dihasilkan selama kerusakan normal sel darah merah.

6. Proses Melahirkan Panjang atau Traumatis

Setelah operasi caesar, Moms akan dipindahkan dari meja operasi ke tempat tidur. Bayi akan dibawa ke bangsal kecil, yang terkadang disebut ruang pemulihan.

Jika bayi baru lahir mengalami trauma, mereka mungkin memerlukan pemantauan terus-menerus dan dukungan medis tambahan. Karena itu, penggunaan inkubator bayi dibutuhkan.

Selain itu, inkubator juga dapat menawarkan lingkungan seperti rahim, di mana bayi merasa aman dan dapat pulih dari trauma.

7. Berat Badan Lahir Rendah

Bahkan jika bayi tidak prematur atau lahir normal, tetapi bila mereka sangat kecil, mereka mungkin tidak dapat tetap hangat tanpa bantuan tambahan dari inkubator bayi.

Selain itu, bayi dengan berat badan lahir rendah perlu berjuang dalam menggunakan banyak fungsi vital yang sama dengan bayi prematur (yaitu bernafas, dan makan).

Penggunaan inkubator bayi bisa membuat dia mendapatkan oksigen ekstra dan lingkungan terkontrol.

8. Sembuh dari Operasi

Jika bayi perlu menjalani operasi untuk komplikasi setelah dilahirkan, Si Kecil harus dipantau dan dalam lingkungan yang terkendali dan aman setelahnya. Penggunaan inkubator bayi sangat cocok untuk kondisi ini.

9. Mengalami Hipotermia

"Bayi yang baru lahir, terutama yang lahir prematur, rentan terhadap hipotermia karena kesulitan mengatur suhu tubuhnya sendiri," jelas Jeffrey George, direktur medis neonatologi di Rumah Sakit Anak-anak Advokat di Park Ridge

Ia menambahkan hipotermia dapat menyebabkan komplikasi berbahaya, seperti oksigen jaringan rendah, hipoglikemia, kesulitan bernapas, kehilangan kalori berlebihan, dan gangguan pertumbuhan.

Jurnal Perinatal Medicine menemukan, bayi baru lahir dan bayi yang sakit kritis lebih berisiko mengalami masalah terkait suhu.

Inkubator bayi dibutuhkan karena bobotnya yang kecil dan lemak yang berkurang.

“Inkubator bayi memastikan suhu bayi dipertahankan dalam kisaran optimal, sehingga mencegah hipotermia dan segala komplikasi yang berpotensi membahayakan" kata Dr. George.

Fitur pengatur suhu inkubator yang unik memungkinkan suhu bayi dikontrol secara manual oleh penyedia layanan kesehatan atau melalui penyesuaian otomatis berdasarkan perubahan suhu bayi,


Nah, itulah peran inkubator bayi yang memang sangat dibutuhkan oleh bayi prematur dan bayi yang sedang dalam kondisi sakit.

sumber https://www.orami.co.id/magazine/mengenal-inkubator-bayi/

 https://www.sehatq.com/artikel/fungsi-inkubator-bayi-dan-kapan-si-kecil-harus-menggunakannya

https://kumparan.com/kumparanmom/penyebab-bayi-baru-lahir-harus-masuk-inkubator-1uLaV4H5cSG/full

https://www.ebme.co.uk/articles/clinical-engineering/baby-incubation


elinotes
elinotes hay namaku eli setiawan biasa dipanggil eli, jaweng atau wawan. saya adalah admin dari blog elinotes.com yang membahas artikel teknologi, blogger, software, hewan, aplikasi, dll.

Posting Komentar untuk "mengenal inkubator untuk bayi prematur (review)"